Sinopsis Ishq Subhan Allah ANTV Episode 2

Sebelum Membaca ini ada baiknya baca dulu Review untuk Episode 1 ya..

Episode kali ini diawali dengan Kabeer yang mendengar ayahnya menelfon media terkait kabar yang baru saja beredar, Kabeer sangat kecewa mendengar perbincangan yang mereka lakukan di telfon dan menegur ayahnya. Ayahnya menyuruhnya untuk diam dan bersiap untuk menduduki kursi ketua anggota dewan.


Kabeer???? Suara lantang terdengar dari pintu depan. Zaara mendatangi rumah Kabeer dengan membawa surat kabar yang berisi tentang wanita terhormat yang melawan ayahnya untuk kasus Taalaq. Ayah Kabeer meminta Zaara untuk menutup mulutnya, Kabeer melarangnya karena dalam masalah tersebut ia lah yang terlibat dan biarkan ia saja yang menyelesaikannya. Kabeer menjelaskan kepada Zaara bahwa apa yang terjadi saat itu bukan ulahnya dan bahkan ia juga tidak menyukainya dan bukan Kabeer yang mencetaknya. Zaara tidak mempercayai semua yang dikatakan Kabeer, ia berfikir Kabeer adalah dalang dari semua yang terjadi.  Kabeer mengatakan “aku kasihan kepada orang yang akan menjadi suamimu kelak”. Semua orang melihat perdebatan tersebut dengan wajah cemas terutama ibu Kabeer. Zaara mengatakan bahwa ia tidak akan membiarkan Kabeer berhasil dalam tujuannya, ia akan menjadi perisai untuk ayahnya.

Imam Irfan Siddiqi (Ayah Zaara) meminta semua anggota dewan hadir dalam pertemuan darurat. Khalid menghubungi Shabas (Ayah Kabeer) terkait hal tersebut. Shabas memintanya untuk menghadiri pertemuan tersebut dan menginformasikan apa saja yang terjadi disana. Imam kota melakukan penyelidikan kepada seluruh anggota dewan yang hadir dalam pertemuan untuk kasus media yang datang kerumahnya dan memberikan kabar bahwa pendiri dewan syariah Ny. Saisthakatun akan mengundurkan diri. Ny. Saisthakatun memberikan keanggotaannya kepada Zaara. Ayahnya sangat terkejut ketika melihat Zaara datang dalam ruangan rapat karena tanpa izin darinya Zaara mengambil keputusan yang besar. Ayahnya tetap profesional menerima Zaara dengan baik dan mempersilahkan Zaara untuk mengambil sumpah anggota dewan. Kemudian apa yang akan terjadi kepada Zaara Siddiqi ketika ia sampai dirumah??? Apa yang akan dilakukan ayahnya kepada Zaara???

Ayah Kabeer dan istrinya datang kerumah Zaara, mereka membawa lamaran untuk Zaara dari Kabeer. Dengan fikiran licik ayah Kabeer mengatur strategi untuk menikahkan anak mereka. Ayah Zaara dengan wajah kesal dan secara halus menolak hubungan tersebut. Kamudian dengan ayah Kabeer bergegas meninggalkan rumah imam kota. Ibu Zaara menanyakan maksud kedatangan ayah Kabeer kerumahnya. Ayah Zaara menjelaskan kepada istrinya maksdu kedatangan mereka kerumah adalah untuk melamar Zaara. Ibu Zaara memiliki pandangan yang baik untuk awal hubungan ini dan mencoba menjelaskan secara halus kepada suaminya.

Imam Muhammad (Pak Mursyid) adalah guru agama ayah Kabeer dan Ayah Zaara. Beliau datang kerumah Imam Irfan Siddiqi, mengundang Shabas dan Kabeer. Shabas sangat senang dan akan menghadiri undangan tersebut dengan Kabeer. Mereka datang dan bertemu dengan pak Mursyid dikediaman Imam kota. Pak Mursyid memberikan nasehat kepada Shabas dan Imam Irfan terkait siasat yang terjadi pada mereka berdua dan menyelesaikan semua masalahnya. Selain itu, pak Mursyid juga mencoba mendamaikan Zaara dan Kabeer. Ia memberikan solusi terkait masalah yang dialami kedua keluarga tersebut. Ia akan menikahkan Kabeer dan Zaara. Mereka berdua bersikeras menolak solusi dari pak Mursyid, beliau mengatakan bahwa pernikahan itu akan tetap terjadi dan dalam waktu 7 hari mereka harus bertunangan. Selain itu, beliau meminta kepada Imam Irfan dan Shabas untuk membujuk anak mereka agar mau menerima pernikahan ini, karena menurut Imam Muhammad ini adalah solusi terbaik untuk masalah keluarga dan terpecahnya umat islam di India.

Zaara dan Kabeer sangat menolak keras pertunangan yang sudah direncanakan, mereka berdua bertemu bersama Rima dan Imran. Kemudian mereka ber empat menyusun rencana untuk menggagalkan pertunangan itu. Zaara dan Kabeer masing-masing pulang kerumah untuk memberitahu orang tua mereka bahwa mereka berdua sepakat dengan rencana tersebut. Orang tua Zaara sangat bahagia ketika mendengar kabar tersebut, mereka berniat membawa surat merah yang berisi kesepakatan pertunangan kerumah Kabeer.

Ibu Kabeer sangat cemas karena hari pertunangan Kabeer dan Ruksar sudah ditetapkan, dan pembatalannya belum diketahui Zima. Ketika ibunya Zaara datang bersama Rima kerumah Kabeer, Zima memanggil Ruksar untuk membagi kebahagiaannya sebagai calon menantu dari keluarga Shabas dengan memberikan undangan pertunangan mereka kepada ibu Zaara. Ibu Zaara kecewa dengan keluarga Kabeer yang mempermalukan keluarga Zaara. Ayah Kabeer mencoba menjelaskan semuanya kepada Ibu Zaara dan mengambil surat merah yang dipegang oleh Ibu Zaara. Setelah Ibu Zaara meninggalkan rumah Kabeer, Shabas menjelaskan kepada Zima dan keluarga tentang keputusan dari Pak Mursyid. Zima tidak setuju dan tidak akan membiarkan pernikahan Kabeer dan Zaara, bahkan Zima mengancam Shabas jika pernikahan Kabeer dan Ruksaar tidak terjadi maka sama saja dengan rumah tangga putra sulungnya kandas. Kemudian Zima bergegas akan pergi meninggalkan rumah dan Shabas menghentikannya, jika Zima nekat keluar dari rumah ia akan menikahkan putra sulungnya (Khasan Ahmad).

Shabas datang kerumah Imam kota untuk memperbaiki hubungan yang telah direncanakan, Ayah Zaara meminta Shabas untuk menunggu Pak Mursyid datang terlebih dahulu tapi Shabas menolaknya dan mendesak imam kota untuk segera menetapkan tanggal pertunangannya. Ibu Zaara tidak setuju dan memberikan solusi, ia akan menerima kembali pertunangannya dengan syarat Ruksar harus keluar dari rumah Kabeer dan Shabas menyetujuinya. Zaara menelfon Kabeer memberi kabar terkait hancurnya rencana mereka. Ibu Zaara mendengar percakapan mereka dan melempar ponsel Zaara dan segera menelfon ibu Kabeer untuk menarik syaratnya dan siap untuk pertunangan. Kemudian ibu Zaara memarahi Zaara dan menetapkan pertunangan mereka akan dilakukan besok.

Keesokan harinya Ibu Zaara memasuki kamar Zaara untuk mengantar pakaian pertunangan yang dikirim oleh Kabeer. Zaara terlihat sangat sedih dan memeluk ibunya sambil menangis. Ibunya menjelaskan kepada Zaara bahwa jika Allah sudah menyatukannya maka rencana apapun yang telah dibuat akan gagal dan menyuruh Zaara segera bersiap untuk pertunangannya. Rima masuk kamar Zaara dan Ibu Zaara meminta Rima membantu persiapannya dan menyita HP Rima agar tidak ada kesalahan lagi kali ini. Rima mengatakan kepada Zaara bahwa Kabeer terus menelfonnya karena HP Zaara rusak dilempar ibunya. Kabeer terus menelfon Zaara tetapi semua sia-sia.

Pertunangan terjadi hari itu, pak Mursyid  datang dan mendo’akan mereka. Kabeer dan Zaara duduk di kursi pertunangan, mereka saling berpandangan dan keduanya terlihat sangat cemas. Pak Mursyid meminta untuk segera dimulai acaranya, mereka saling berpandangan. Pak Mursyid memberikan saran untuk mengucap Basmalah terlebih dahulu. Zaara menyematkan cincin ke jari Kabeer dan ketika Kabeer akan menyematkan cicin ke jari Zaara. Zima bergegas mengambil cincin dikamarnya. Tiba-tiba suara terdengar dari kamar ternyata Ruksaar bunuh diri dengan membuka urat nadi tangannya.  Pertunangan dibatalkan dan semua tamu meninggalkan rumah Kabeer.

Polisi datang menyelediki kasus percobaan bunuh diri Ruksaar di Rumah Sakit. Zaara datang bersama Rima tetapi Zima mengusirnya dan menganggap semua yang terjadi adalah kesalahan Zaara. Ruksar kehabisan darah dan meminta keluarga untuk mencari darah dengan golongan AB-. Kebetulan darah Zaara sama dengan Ruksaar akhirnya Zaara mendonorkan darah untuk Ruksar. Dengan sangat menyesal atas perbuatannya Zima meminta maaf kepada Zaara dengan apa yang sudah dilakukannya. Semua orang tidak menyangka bahwa Zaara adalah gadis yang sesuai dengan harapan keluarga. Zima sangat berterimakasih dan meminta maaf, ia mengatakan jika Zaara tidak ada di rumah sakit saat itu juga ia akan  kehilangan Ruksaar. Kemudian Zaara mengatakan bahwa Zima tidak perlu meminta maaf maupun merasa malu jika ia berada diposisi Zima sikapnya akan sama, dan masalah memberi darah pada Ruksaar Ayahnya (Imam Irfan) telah mengajarkan satu hal menyelamatkan nyawa seseorang merupakan kewajiban kemanusiaan dan Allah akan merasa bahagia dengan orang yang seperti itu. Sampai disini yaaa untuk Episode 2 nya.... 

Apakah Kabeer dan Zaara memliki Rencana lain??? Pertunangan akan dilanjutkan atau tidak???? Tunggu kisah selanjutnya yaaa....

Dapat disaksikan di Antv setiap hari Senin-Jumat Pukul 13.00 WIB










No comments

Terima Kasih atas kunjungan anda, tinggalkan komentar anda dan berikan kami masukan untuk kemajuan blog ini