Sinopsis Ishq Subhan Allah ANTV Episode 3


Sebelum Membaca ini ada baiknya baca dulu Review untuk Episode 2 ya....


Episode 3 diawali dengan keluarga Zaara meninggalkan rumah sakit, ayah Kabeer menemui Ruksaar dikmarnya dan mengatakan jika terjadi sesuatu dengan pertunangan yang sudah direncanakan maka orang-orang pasti akan membicarakan keluarganya dan Ruksaar mengatakan bahwa ia tidak bisa hidup tanpa Kabeer. Kemudian dengan pikiran yang licik Shabas memberikan syarat kepada Ruksaar.
Kabeer memberikan cincin pertunangannya kepada ibunya karena ia tidak akan menikah dengan Zaara. Ibunya sangat cemas mendengar hal tersebut. Ibu Zaara sangat kecewa dengan apa yang terjadi saat ini dan berniat untuk membatalkan pertunangan tersebut. Ayah Zaara dan keluarga akan pergi kerumah Kabeer bersama pak Mursyid dan akan memutuskan apakah pernikahan akan dilanjutkan atau dibatalkan. Zaara sangat senang mendengar hal tersebut. Zaara dan Rima kan mengadakan pesta guna merayakan batalnya pertunangan Zaara dan berniat untuk merayakannya bersama Kabeer dan Imran karen ini juga rencana mereka.

Keluarga Zaara dan Kabeer bertemu dirumah Kabeer bersama Pak Mursyid. Keluarga Zaara menyerahkan semua keputusan kepada Pak Mursyid. Orang tua Zaara sangat mencemaskan keadaan putrinya jika pertunangan tetap dijalankan. Seblum pak Mursyid memberikan jawabannya, ia mempersilahkan Shabas jika memang ada sanggahan untuk mengubah pemikiran orang tua Zaara. Sebelum ayah Kabeer berbicara Ruksaar datang bersama Zima, Ruksaar mengajak Kabeer duduk dikursi pelaminan, kemudian ia memanggil Zaara dan meminta Zaara untuk duduk di pelaminan (Apa yang dilakukan Ruksar merupakan rencana yang telah disusun bersama Shabas). Ia meminta maaf kepada Zaara dan kembali mempersatukan Kabeer dan Zaara kemudian pertunangannya dilakukan saat itu juga. Kecemasan kembali terjadi pada Zaara dan Kabeer semua yang terjadi tidak seperti apa yang telah mereka rencanakan.

Zaara tidak ingin menikah dengan Kabeer. Ibunya memarahi Zaara, dan berencana tetap akan melanjutkan pernikahan. Zaara marah dan memberikan cincin pertunangannya kepada ibunya. Ibunya marah dan menyuruh bersiap untuk upacara mahendi besok. Sebaliknya Kabeer juga meminta ayahnya untuk membatalkan pertunangannya, namun ayahnya menolak keras permintaan Kabeer.

Kabeer dan Zaara merasa sangat gelisah karena semakin dekat dengan hari pernikahan. Kabeer menelfon imam kota untuk meminta izin berbicara dan disambungkan untuk berbicara kepada Zaara. Mereka saling bicara dan mengatur rencana untuk bertemu dan menyusun rencana pembatalan pernikahan. Keesokan harinya mereka bertemu di salon, Kabeer membuat rencana bersama Zaara untuk menolak sumpah saat pernikahan berlangsung.

Sebelum berangkat ke pelaminan terjadi perdebatan antara Salma (Ibu Zaara) dan Zaara. Dalam perdebatan Zaara tetap bersikukuh menolak pernikahannya dan ia menolak untuk pergi ke pelaminan. Ayahnya mendatangi Zaara dan mencoba untuk memberikan pencerahan serta haknya. Di lantai bawah Salma sangat cemas menunggu hasil dari suaminya berbicara kepada putrinya. Zaara turun dari tangga untuk mengikuti ritual pernikahan, melihat hal tersebut Ibunya sangat bahagia. Ia menganggap suaminya telah berhasil membujuk putrinya, kemudian suaminya menjelaskan bahwa ia tidak membujuknya hanya memberikan haknya.

Tiba saatnya Zaara diberi pertanyaan terkait apakah ia sepakat untuk menerima pernikahan atau tidak???. Zaara terdiam mengingat ucapan ayah dan ibunya. Kemudian ibunya memberikan perintah untuk segera menjawabnya. Setelah terdiam beberapa saat akhirnya Zaara menerima pernikahan yang akan diselenggarakan. Orang tua Zaara dan Kabeer sangat bahagia mendengarnya. Giliran Kabeer yang diberi pertanyaan, ia menjawab dengan lantang bahwa ia menerima pernikahan tersebut. Semua orang sangat bahagia. Kemudian Zaara meminta izin kepada pak Mursyid untuk mencantumkan keinginannya dalam buku nikah, Pak Mursyid mempersilahkan. Zaara meminta jika suatu hari mereka harus berpisah maka tidak akan mengikuti aturan Taalaq 3, semua orang yang hadir tercengang, Pak Mursyid mengizinkannya. Ruksaar mulai cemas karena jika tidak terjadi Taalaq Kabeer tidak akan menikah dengannya.

Zaara meninggalkan rumahnya dan pergi kerumah Kabeer bersama derasnya air mata Zaara. Sampai dirumah Kabeer, kemudian pengantin mengikuti ritual selanjutnya. Zima tersenyum sinis karena ia telah merencanakan sesuatu. Ia telah mengatur kekacauan. Ritual tidak berjalan sempurna akibat ulah Zima. Ayesha (Ibu Kabeer) menampar Zima karena telah membuat ulah untuk ritual tersebut. Kemudian Zaara mengatakan bahwa ia sudah memaafkannya dan ibu Kabeer merasa sangat bangga dengan apa yang dilakukan Zaara. Zaara meminta Zima untuk mengantarnya kekamar, sebelum sampai kamar pengantin, ia diancam oleh Zima. Kemudian Ruksaar datang untuk meminta maaf kepada Zaara terhadap apa yang dilakukan kakaknya dan mengantar Zaara kekamar Kabeer.

Ibu Zaara (Salma) menangis karena merindukan putrinya. Ayah Zaara mencoba menghibur istrinya. Ruksaar meminta pertanggunjawaban Shabas terkait syarat yang diberikan. Ayah Kabeer meminta Ruksaar untuk bersabar sebentar. Ibu Kabeer (Ayesha) memberikan penjelasan betapa baiknya Zaara, dan menyuruh Kabeer untuk menemui Zaara dikamarnya. Sebelum menemui  Zaara, ia digoda oleh Alina kemudian Ruksaar menyelamatkannya.

Sesampainya dikamar Zaara dan Kabeer mulai bertengkar karena mereka berdua sama-sama pernah mengatakan bahwa mereka akan kasihan kepada istri dan suami mereka kelak. Selain itu mereka juga memperdebatkan rencana pembatalan pernikahan. Kemudian mereka memutuskan untuk tidur beda ranjang. Sepanjang malam mereka hanya memikirkan apa yang mereka berdua pernah katakan.

Pak Mursyid datang ke pesta Zaara dan Kabeer, ia memberikan restu kepada mereka berdua dan berterimakasih karena sudah menyatukan kaum Islam di India. Imran memberikan hadiah video dari awal perkenalan Kabeer dan Zaara serta foto masa lalunya.semua sangat gembira, namun berbeda dengan Kabeer, ia sangat kecewa dan marah besar. Menurut ilmu yang ia pelajari apa yang dilakukan oleh imran adalah dosa besar, semua orang terdiam. Kemudian Zaara memberikan nasehat kepada Kabeer namun Kabeer semakin marah karena ia merasa apa yang dilakukannya adalah hal yang benar. Selanjutnya Pak Mursyid mengumpulkan mereka berdua bersama ayah ibunya, mereka diberikan nasehat oleh pak Mursyid untuk tidak bertindak seperti anak kecil dan jika ingin bertengkar harus dilakukan didalam kamar, diluar itu mereka harus terlihat seperti pasangan akur yang saling bekerjasama. Jika sampai kaum muslim terpecah karena ulah mereka berdua. Pak Mursyid tidak akan mengampuninya.

Semakin seru saja yaa ... kisah cinta Kabeer dan Zaara,.. Sampai disini dulu ya ... untuk cerita Episode 3. Si Cerita akan terus Update kisah Kabeer dan Zaara.....


Dapat disaksikan di Antv setiap hari Senin-Jumat Pukul 13.00 WIB


No comments

Terima Kasih atas kunjungan anda, tinggalkan komentar anda dan berikan kami masukan untuk kemajuan blog ini