Sinopsis Ishq Subhan Allah ANTV Episode 4


Sebelum Membaca ini ada baiknya baca dulu Review untuk Episode 3 ya....


Ayesha (Ibu Kabeer) berbicara dengan Salma (Ibu Zaara), mereka saling meminta maaf karena kedua anaknya bertengkar dalam pesta. Salma meminta izin kepada Ayesha untuk meminta Kabeer mengikuti tradisi dirumah Salma sehari. Ayesha mencoba menjelaskan kepada Kabeer untuk mengikuti ritual tersebut, kemudian Shabas masuk kedalam kamar meminta Kabeer bersiap, beliau akan mengantar Zaara dan Kabeer kerumah Salma. Kabeer memasuki kamar dan tidak sengaja melihat Zaara sedang memakai baju, mereka kembali bertengkar karena Kabeer masuk dalam kamar tanpa mengetuk pintu. Kemudian Kabeer mengatakan apakah ia akan mengetuk pintu dan mengumkan ketika ia akan masuk kamarnya sendiri????  Zaara terdiam dan mulai membuka perdebatan yang lain, dia meminta kepada Kabeer untuk tidak bertindak buruk dalam ritual yang diadakan dirumah orang tua Zaara.

Shabas berbicara pada Kabeer terkait maksud Shabas menikahkan Kabeer dan Zaara, Kabeer sangat kecewa mendengar hal tersebut. Ayahnya mengatakan bahwa Pak Mursyid dengan dirinya sudah berniat menjadikan Kabeer sebagai Imam kota, oleh sebab itu ia menikahkan Kabeer dengan Zaara, setelah ia menjadi Imam kota, selanjutnya terserah apa yang akan dilakukannya pada Zaara, akan tetap bersamanya atau menikah lagi. Ayahnya juga mengatakan bahwa laki-laki bisa menikahi wanita lebih dari satu. Kabeer mengatakan bahwa ia mendukung sepenuhnya keinginan ayahnya untuk menjadikannya imam kota tetapi dia tidak akan melakukan hal apapun yang melanggar agama. Ruksaar mendengar percakapan mereka berdua, dia sangat senang.

Irfan dan Salma saling berbincang-bincang. Irfan mengatakan pada Salma untuk tidak terlalu memaksa Kabeer dan Zaara, biarkan Cinta bersemi dengan sendirinya. Salma bertanya pada Irfan apa yang sudah dikatakan oleh Shabas. Kemudian Irfan menceritakan pada Salma keinginan Shabas untuk mengajak Kabeer dalam semua kegiatan imam. Salma meminta suaminya memberikan syarat pada Shabas, Jika ia menginginkan Kabeer menjadi imam kota sebelumnya dia harus menikahkan Ruksaar terlebih dahulu.

Pagi yang Indah untuk Kabeer dan Zaara, semalaman penuh mereka dikunci oleh Rima didalam kamar agar bisa tidur satu ranjang. Perdebatan seru terjadi antara Kabeer dan Zaara masalah ranjang, melewati perdebatan tersebut akhirnya mereka memutuskan untuk tidur di lantai semua. Paginya mereka sama-sama melaksanakan sholat bersama. Rima mengantar teh untuk mereka berdua, dia terkejut melihat ada bantal di lantai 2 sisi. Kemudian Rima menaruh teh dimeja dan meninggalkan mereka berdua. Kabeer dan Zaara sama-sama ingin meminum teh, dengan tidak sengaja tangan Kabeer menyentuh tangan Zaara. Mereka saling bertatapan dan salah tingkah, kemudian Kabeer mempersilahkan Zaara terlebih dahulu untuk menagmbil tehnya. Zaara mengambil teh dan memberikannya pada Kabeer, kemudian Kabeer menerimanya.

Pagi itu ada ritual dapur untuk Zaara dirumah Kabeer. Ayesha telah mengundang kerabat serta teman-temannya untuk mengikuti ritual tersebut. Ritual dapur dilakukan dengan menantu baru membuat makanan manisan keer. Zaara memebuat manisan Keer dengan baik, Ayesha dan Alina memuji manisan Keer buatan Zaara. Ayesha menyuruh Zaara bersiap setelah menyelesaikan Keer. Saat Zaara bersiap, Ruksar mencampurkan garam dalam Keer buatan Zaara, Kabeer mempergokinya namun dia pura-pura untuk mengambil air minum di dapur. Alina mengambil Keer karena sudah tidak tahan menahan aromanya, Zaara melihat Alina dan menambahkan Keer lebih banyak pada mangkuk Alina. Zima sudah tidak sabar melihat adegan yang akan terjadi pada acara ritual dapur. Pelayan membawa Keer dari dapur dan Zaara membagikan pada tamu. Alina berlari dari kamar secepat mungkin untuk mencegah tamu agar tidak memakan Keer buatan Zaara, karena Keernya sangat asin. Tetapi para tamu sangat menyukai Keer buatan Zaara Keernya tidak asin bahkan mereka sangat memuji Keer tersebut, selain rasa Keer yang dipuji mereka juga memuji kecantikan Zaara. 

Zaara bingung bagaimana bisa ada dua Keer dengan rasa yang berbeda dalam satu mangkuk, kemudian Zaara pergi kedapur untuk memeriksa panci yang ia gunakan. Setelah berada didepan dapur ia melihat Kabeer bertengkar dengan Ruksar terkait Keer buatan Zaara. Kabeer mengatakan bahwa ia telah mengubah rasa Keer dari asin menjadi manis, Kabeer mengetahui apa yang dilakukan oleh Ruksar, ia telah menambahkan garam pada Keer buatan Zaara. Dia juga mengatakan bahwa ia tidak akan membiarkan seseorang untuk merusak kehormatan dan nama baik keluarganya. Melihat hal tersebut Zaara sangat bersyukur.

Shabas dan Ayesha bermasksud untuk memberikan tiket bulan madu pada Kabeer dan Zaara, Ayesha memberitahu Zaara, Zaara tidak bisa menolak keinginan tersebut. Shabas meminta semua anggota keluarga untuk berkumpul dan mengumumkan tiket bulan madu Kabeer dan Zaara. Dalam pengumuman kali ini berbeda dengan apa yang dibicarakan Ayesha pada Zaara. Shabas menginginkan Kabeer dan Zaara pergi berbulan madu dengan kakanya juga serta menyisakan satu tiket untuk Ruksar.  Kabeer menolak pergi untuk berbulan madu karena ayahnya merencanakan sesuatu. Kabeer merasa curiga dengan gerak-gerik ayahnya dan Ruksar, kemudian Kabeer menemui ayahnya dan menanyakan keraguannya. Ayahnya menjelaskan kepada Kabeer apa yang menjadi pertanyaanya selama ini. Kabeer meminta ayahnya untuk mengakhiri permainan yang ia buat dengan Ruksar. Kemudian ayahnya akan menangani semuanya dan meminta Kabeer untuk pergi berbulan madu dengan Zaara. Kabeer menyetujuinya namun ia hanya ingin pergi berdua. Kemudian ayahnya mengizinkannya. Kabeer dan Zaara bersiap untuk pergi demi ibu Kabeer.

Ruksar membuat rencana licik untuk Kabeer dan Zaara. Ia membuat akun palsu Zaara. Didalam akun palsu tersebut Zaara memiliki kekasih di Kashmir. Selain itu Ruksar akan pergi juga ke Kashmir untuk merebut Kabeer, karena setelah mengetahui akun palsu tersebut ia yakin Kabeer akan meninggalkan Zaara. Ruksaar mulai menjalankan siasatnya. Ruksar berada satu hotel dengan mereka. Tetapi mereka tidak mengetahuinya karena Ruksar memakai Burka (Cadar).

Di Kashmir Zaara dan Kabeer mencari kamar lain agar tidak satu ranjang. Tetapi kamar dihotel tersebut sudah penuh, akhirnya Zaara meminta tali nilon untuk membuat jarak pada ranjang mereka. Mereka membagi ranjang menjadi 2 dan terus saja bertengkar. Kemudian Kabeer mengajak Zaara luntuk tidak bertengkar di Kashmir dan berteman serta jalan-jalan. Zaara menyetujui nya dan mereka tidur berdua. Pagi harinya selimut yang digunakan sebagai pembatas terjatuh dan tidak sengaja tangan Zaara memeluknya. Kabeer mencoba melepas pelukan Zaara. Kemudian Zaara terbangun, Kabeer mencoba menjelaskan dan menyuruhnya berwudhu dan melakukan sholat.

Kabeer dan Zaara mulai jalan-jlan mereka dengan sarapan pagi di restoran Kashmir. Ruksar mengikutinya dan duduk didekat kursi mereka. Tetapi terjadi pertengkaran diresto karena Kabeer tidak mau makan dengan duduk dikursi. Finally Zaara membungkus makanan tersebut dan pergi dari resto itu dengan segera, Kabeer mengejarnya. Ruksaar mengejarnya juga tapi ia kehilangan jejak. Kemudian mereka jalan-jalan berdua. Hari yang sangat menyenangkan bagi mereka berdua, rencana bulan madu hari pertama membuat mereka semakin dekat. 

Sesampainya di hotel Zaara membuat kejutan untuk Kabeer dengan menyiapkan makan di lantai kamarnya. Kabeer tidak menduga dengan apa yang dilakukan Zaara.  Kemudian Zaara mempersilahkan Kabeer untuk segera makan. saat makan mereka berbincang-bincang (Suasana hangat terjadi pada mereka berdua, dimana tidak ada perdebatan sama sekali). Zaara menanyakan apa pandangan Kabeer terkait hukum Sunnah dan kewajiban. Kabeer menjawab pertanyaan Zaara, Kabeer mengatakan klaau kewajiban harus dijalankan dalam kondisi apapun, kita tidak boleh melepasnya atau dengan sengaja tidak melakukannya seperti sholat, puasa. Zaara menambahinya ”jadi kita boleh tidak melakukannya dengan alasan tertentu iya kan???.artinya Allah dan Rasullullah SAW memberikan kita keringanan atau kemudahan, jadi Allah dan Rasulnya tidak akan menyalahkan kita jika semua itu menjadi mudah kan??? Kabeer terdiam dan menaruh makanan Zaara diatas meja serta mempersilahkan Zaara untuk makan diatas. Zaara merasa bersalah, ia tidak bermaksud membuat perdebatan. Kemudian Kabeer membawa piringnya juga keatas meja dan menemani Zaara makan diatas.  Zaara tersenyum dan mereka makan berdua diatas meja. Disisi lain Ruksar mengintip kemesraan mereka dari jendela kamar.

Penasaran dengan kisah selanjutnyaa???? Apa yang akan dilakukan Ruksaar untuk memisahkan Kabeer dan Zaara???  Apakah Kabeer akan percaya dengan akun palsu buatan Ruksaar??? untuk cerita Episode 5. Si Cerita akan terus Update kisah Kabeer dan Zaara.....



Dapat disaksikan di Antv setiap hari Senin-Jumat Pukul 13.00 WIB

No comments

Terima Kasih atas kunjungan anda, tinggalkan komentar anda dan berikan kami masukan untuk kemajuan blog ini