Sinopsis Ishq Subhan Allah ANTV Episode 8

Sebelum Membaca ini ada baiknya baca dulu Review untuk Episode 7 ya.

Shabas mengumumkan bahwa ia akan membuat pesta buka puasa, semua orang berbahagia. Ayesha meminta Zaara untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Zaara meminta bantuan Kabeer untuk memesan roti dan Kabeer memenuhi permintaan Zaara, Selain itu Zaara juga meminta Kabeer untuk menandatangani surat kontrak proyek dirumah saja karena momentnya juga pesta jadi sekalian saja. Kabeer menyepakati saran dari Zaara. 

Zaara menemui Ayahnya untuk mengundangnya pada pesta buka puasa dirumah ayah mertuanya, ia menunggu ayahnya hingga selesai sholat dan mengatakan maksud dari kedatangannya. Ayahnya mnegatakan mengapa tidak mengirim pesan saja?? mengapa harus jauh-jauh datang?? Zaara mengatakan bahwa untuk orang tua tidak akan pernah ada jarak apapun. Zaara menunggu bajaj yang lewat di pinggir jalan, setelah sekian lama menunggu tidak ada bajaj yang datang. Miraj tidak sengaja lewat dijalan tersebut dan meminta Zaara untuk masuk saja ke mobilnya, ia akan mengantarnya pulang. Zaara menolaknya dan akan tetap menunggu bajaj. Miraj mengtakan bahwa ia adalah teman suaminya jadi susah menjadi kewajibannya untuk mengantar Zaara pulang. 

Dalam perjalanan pulang mereka berbincang-bincang. Zaara mengungkapkan keinginannya untuk masuk dalam proyek Kabeer, Miraj mengabulkannya. Waktu pesta buka bersama telah tiba Miraj datang kerumah Kabeer, ia disambut oleh Zaara dan Kabeer. Ruksaar heran mengapa Zaara seramah itu pada Miraj tidak seperti bisanya. setelah berbuka puasa Miraj mengumumkan bahwa ia menambah p[oin dalam surat perjanjian yaitu ia memasukkan Zaara dalam proyek Kabeer. Kabeer sangat terkejut dan mengatakan bahwa seharusnya Miraj membicarakan ini sebelumnya pada Kabeer untuk melibatkan istrinya dalam proyek. Miraj menjelaskan ia tadi sore mengantar istrinya pulang dan diperjalanan mereka mengobrol, ketika mengetahui bagaimana pandangan Zaara tentang proyek ini, ia tertarik untuk memasukkan Zaara dalam proyek. Kabeer belum bisa memberikan jawaban dan surat perjanjian belum bisa ditandatangani karena belum Kabeer masih memikirkannya.

Saat sahur Shabas menyarankan pada Kabeer untuk menerima Zaara masuk dalam proyeknya tetapi jawaban Kabeer masih sama, ia akan memikirkannya terlebih dahulu.  pagi hari Kabeer pergi bersama Zaara menggunakan Bajaj untuk bearngkat kekantor dewan syariah. dikantor mereka bertemu dengan seorang perempuan yang ditelantarkan oleh suaminya. Kabeer memberinya uang, Zaara menanyakan mengapa ia memberikan uang pada perempuan tersebut, Kaber menjawab bahwa uang itu akan membantunya. Zaara mengatakan seharusnya kau tidak memberikan uang tetapi memberikan keahlian jika ia hanya menerima uang ia akan tetap mengemis lagi tetapi jika ia memberikan keahlian ia akan bekerja untuk memenuhi kebutuhannya dan anak-anaknya, jangan bedakan kaummu dengan kaumku anggaplah mereka sama. Kabeer tidak menyangka dengan sikap bijaksana yang ditunjukkan oleh Zaara. Kabeer langsung menelfon Miraj untuk datang kerumahnya dan menandatangani perjanjian tersebut, Kabeer juga mengatakan bahwa ia sepakat dengan keinginan Miraj untuk memasukkan Zaara dalam proyeknya. 

Ruksaar kecewa dengan keputusan yang dibuat oleh Kabeer dan ia tidak mau mendatangani proyek tersebut. Kabeer menemuinya di kamar Ruksaar,  Ruksaar memeluknya dan menjelaskan bahwa ia tidak mau menandatanganinya karena Zaara akan terlibat didalamnya. Ruksaar juga mengatakan bahwa ia sangat mencintai Kabeer. Kabeer marah dengan apa yang dikatakan Ruksaar dan mencoba memberi pengertian kepadanya. Zaara dan Kabeer membuat rencana untuk menyatukan Ruksaar dan Hamdan, bahkan Zaara juga mengajak Miraj dalam rencana ini. Kabeer sangat bahagia dengan sikap Zaara akhir-akhir ini.

Ruksaar tidak menyangka jika Miraj membuat permainan baru dengan Zaara untuk menyatukan dirinya dengan Hamdan dan mempercepat pernikahannya. Ruksaar dengan terpaksa melakukan pertunangan dengan Hamdan. Zaara bertanya kepada Shabas tentang apa yang dikatakannya pada Ruksaar, Shabas membenarkan hal tersebut dan Kabeer mendengar perbincangan ayahnya dan Zaara. Kabeer mengatakan bahwa ia tidak bermaksud untuk mendengar tetapi terlanjur mendengarkan dan semua yang terjadi dengan Ruksaar Shabaslah yang harus bertanggungjawab karena Shabas melakukan tersebut untuk harga dirinya.

Ruksaar membuat rencana dengan Zima untuk menggagalkan pernikahannya dengan Hamdan tetapi rencananya gagal dan Zaara menanganinya dengan baik. Orang tua Hamdan meminta agar pernikahan Hamdan dan Ruksaar dipercepat sebelum hari raya.  Zima mengatakan bahwa ini terlalu cepat, tetapi Zaara berjanji ialah yang akan menyiapkan segala sesuatunya jadi  Zima tidak perlu khawatir semua orang bahagia dengan apa yang dikatakan Zaara.

Miraj mengatakan pada Kabeer bahwa ia akan memberikan saham milik Ruksaar pada Zaara, karena ia tidak selalu ada Lucknow. Zaara mengatakan keinginan Miraj pada Kabeer. Kabeer menyetujuinya tetapi semua yang dilakukan Miraj adalah sebuah permainan. Miraj meminta Ruksaar untuk mengambil foto semua ruangan yang ada di rumah Kabeer 

Ibu Hamdan meminta untuk acara kunyit dilakukan dibulan puasa. Zima menolaknya karena semua itu haram dilakukan saat bulan puasa. Kabeer memberikan pengertian pada Zima bahwa semua itu tidak haram... upacara kunyit bisa dilakukan setelah berbuka puasa. dan Ayesha menyepakatinya.  upacara kunyit dilakukan, saat Zaara menyematkan kunyit Zaara bertanya pada Ruksaar mengapa ia sangat bahagia??? Ruksar menjawab sebenarnya siapa yang menulis nasib?? keinginannya akan terkabul mengapa ia harus bersedih?? 

kira-kira apa yang akan dilakukan Ruksaar dan Miraj pada Kabeer dan Zaara?? akankah mereka berpisah?? atau kejahatanlah yang akan hilang?? Si Cerita akan terus update kisah cinta Kabeer dan Zaara.

Dapat disaksikan di Antv setiap hari Senin-Jumat Pukul 13.00 WIB

No comments

Terima Kasih atas kunjungan anda, tinggalkan komentar anda dan berikan kami masukan untuk kemajuan blog ini