Sinopsis Ishq Subhan Allah ANTV Episode 6

Sebelum Membaca ini ada baiknya baca dulu Review untuk Episode 5 ya...


Episode kali ini diawali dengan Kabeer dan Zaara yang kembali dari Kashmir. Ruksaar semakin membenci Zaara. semua oramg yang hadir dalam ulang tahun Alina sangat bahagia kecuali Ruksaar dan Zima. Ketika Zaara akan mengganti pakaiannya, dia terkejut bahwa ada baju Ruksaar dalam lemari Zaara. selain itu juga semua perlengkapan make up milik Ruksaar ada didalam kamar Kabeer dan Zaara. Zaara mengembalikan semua barang milik Ruksaar dan memintanya untuk tidak menaruh barang apapun miliknya di kamar Zaara.

Zaara meminta Ruksaar untuk segera mengemasi barangnya dan memintanya untuk segera pergi dari rumah karena Zaara telah mengetahui perbuatan Ruksaar di Kashmir. Ketika makan malam tiba Ruksaar akan duduk disebelah Zaara, tetapi Zaara melarangnya dan mengatakan bahwa akan ada orang yang menduduki kursi tersebut. Kabeer datang untuk makan malam dan dia duduk disebelah Zaara. Semua orang terkejut melihat sikap Kabeer. Ruksar bertanya "Apakah Kabeer akan meninggalkan kebiasaan yang dianggap sunnah yaitu makan dilantai?? " dengan tegas Kabeer menjawab di Kashmir Zaara telah menjelaskan apa itu kewajiban dan apa itu sunnah. Semua orang sangat gembira mendengar jawaban dari Kabeer.

Zima meminta Zaara untuk tidak mengusir Ruksaar  dan memaafkan semua perbuatan yang dilakukan oleh Ruksaar. Zima mengatakan jika Ruksaar melakukan sesuatu yang tidak disukai Zaara, ia sendiri yang akan mengusirnya. kemudian Zaara memaafkan Ruksaar dan meminta Zima untuk menasihati adiknya. agar kejadian tersebut tidak terulang. Zaara menemui Kabeer untuk memberitahu apa yang dilakukan Ruksaar. Sebelum ia memberitahu semuanya, Kabeer bercerita kepada Zaara bahwa ia memerlukan cukup uang untuk mewujudkan impiannya. Zaara mengatakan bahwa ayahnya Kabeer adalah orang kaya kenapa harus bingung?? Kabeer menjawab bahwa ia tidak memiliki apa-apa yang kaya adalah ayahnya, bahkan yang menandatangani maharnya untuk Zaara adalah ayahnya bukan dirinya. Kemudian Zaara menghibur Kabeer dan mengatakan bahwa ia memiliki Zaara. Zaara akan mendukung dan membantu Kabeer untuk mewujudkan keinginannya.

Imam Irfan telah berencana dengan istrinya untuk mewujudkan keinginan Shabas yaitu menjadikan Kabeer sebagai Imam kota Lucknow dengan Syarat Shabas harus menikahkan Ruksaar. Kemudian Imam Irfan membicarakan masalah ini pada Shabas, Shabas sangat gembira mendengar apa yang dikatakan Irfan dan dia siap melakukan apapun untuk mewujudkan keinginanya menjadikan Kabeer sebagai Imam Kota Lucknow.

Shabas mengumumkan pada orang rumah untuk menyiapkan penobatan Kabeer menjadi imam kota Lucknow. Semua orang dalam rumah sangat berbahagia dan akan segera menyiapkan segala sesuatunya. Disisi lain, Ruksaar sangat bahagia dan berharap bahwa Shabas akan segera mewujudkan keinginannya. Zima mengingatkan Ruksaar untuk tidak terlalu berharap pada Shabas karena ia tahu betul bagaimana sifat Shabas, tetapi Ruksaar tidak mempercayai kakaknya dan tetap bermimpi.

Penobatan calon Imam dilakukan dirumah Kabeer semua orang tampak berbahagia. Ruksaar mengingatkan Shabas akan janjinya. Ia meminta untuk dinikahkan dengan Kabeer. Shabas mengatakan bahwa ia berjanji akan menikahkan Ruksaar, Ruksaar diminta untuk menunggu hingga besok. Zaara berbicara pada Kabeer bahwa dia akan menemani dan membantu Kabeer dalam bekerja menjadi dewan Syariah, sekejab ia ingat dengan kata-kata Ruksaar (Jika dimasa depan nanti Imam Irfan memiliki anak laki-laki, dia bisa apa??). Kabeer tidak mengizinkan Zaara untuk pergi bekerja dikantor dewan. Kabeer meminta Zaara untuk memenuhi kewajibannya sebagai menantu membantu Ibunya mempersiapkan makanan karena akan ada tamu istimewa dan Zaara mematuhinya.

Tamu istimewa datang yaitu teman dari Shabas. Shabas berniat menjodohkan Ruksaar dengan anak temannya yaitu Hamdan. Ruksar terkejut dengan apa yang direncanakan oleh Shabas dan dia sangat kecewa. Ruksaar mengatakan pada Shabas bahwa ia tidak ingin menikah dengan orang lain selain Kabeer. Kemudian Shabas memberitahu Ruksaar bahwa ia mengetahui semua yang ia lakukan pada Zaara Di Kashmir, Ruksaar terkejut bagaimana bisa Shabas mengetahuinya. Ternyata Shabas tidak seperti yang Ruksaar pikirkan'

Pagi yang indah untuk Kabeer dan Zaara. Kabeer membawa Zaara ke sebuah lahan yang diberikan ayahnya. Zaara sangat terpesona dengan proyek yang akan dijalankan oleh Kabeer. Proyek Kabeer adalah membuat Institusi dimana institusi tersebut akan memberikan pendidikan anak-anak lulusan madrasah agar memiliki kemampuan lain untuk mewujudkan cita-cita mereka. Zaraa sangat antusias ingin membantu Kabeer dalam mewujudkan cita-citanya. Malam itu Zaara menunggu kedatangan Kabeer untuk memberitahukan rencananya. Ketika Kabeer datang Ruksaar memberitahunya bahwa Shabas sedang menunggunya sehingga ia harus meninggalkan Zaara.

Zaara memberitahu Kabeer tentang rencananya memberikan uang maharnya. Tetapi Kabeer menolaknya dan Kabeer meminta pada Zaara untuk mengembalikan uang mahar kepada Ayahnya. Kabeer mengatakan bahwa ia akan memberikan mahar pada Zaara sesuai dengan kemampuan Kabeer.  Zaara bingung karena uang mahar sudah dicairkan ke bank untuk membantu Kabeer. Bagaimana Zaara bisa mengembalikannya??? dan bukti pencairan sudah diketahui oleh Ruksaar.

Dimeja makan Kabeer meminta Zaara untuk mengembalikan cek pada Ayah mertuanya. Zaara bingung. Kemudian Zaara mengatakan sejujurnya bahwa uang maharnya telah disetor ke bank untuk membantu mewujudkan keinginan  Kabeer mendirikan proyek. Kabeer marah besar pada Zaara. ia mengatakan bahwa Kabeer mempunyai prinsip untuk tidak memakai uang istri dalam hal apapun, dan Zaara menjelaskan bahwa ia juga memiliki prinsip bahwa suami istri harus saling membantu. Kabeer tetap marah dan bersikukuh mempertahankan prinsipnya. Disisi lain Ruksaar sanagt bahagia melihat pertengkaran mereka berdua.

Kabeer bertengkar dengan Zaara karena dia tidak menutup wajahnya ketika ada tamu yang religius datang untuk memberikan investasi proyeknya. Orang yang religius tersebut membatalkan proyek karena menganggap Kabeer tidak bisa mengurus istri dan rumah tangganya. Zaara kerumah orang tuanya, meminta ayahnya untuk membuat rapat dadakan besok. ayahnya bertanya mengapa?? kemudian ia mengatakan bahwa ia akan melakukan sesuatu untuk Kabeer. Ia akan mencarikan investor untuk proyek Kabeer.

Kabeer semakin marah ketika Zaara mengumumkan niat baiknya didepan dewan syariah terkait proyek tersebut. Kabeer pergi meninggalkan ruangan dan Zaara mengejarnya untuk menjelaskan maksud dan tujuannya hanya ingin membantu Kabeer. Kabeer sangat marah ia mengatakan sangat terganggu dengan pemikiran dan cara pandang Zaara. Kabeer menjelaskan pada Zaara bahwa dia tidak membutuhkan bantuan dari orang lain.

Hamdan datang kerumah Kabeer. Zaara dan Kabeer menemani Ruksaar bertemu dengan Hamdan, Zaara meminta maaf pada Kabeer  dan meminta Kabeer untuk menggandeng tangannya. Kabeer melakukan keinginan Zaara. Apa yang diinginkan Zaara terkabul, Hamdan menerima perjodohan yang dilakukan Shabas. Semua orang bahagia dan memberikan selamat pada Ruksaar. Kabeer berdebat dengan Zaara dikamar terkait apa yang dilakukan Zaara dalam pertemuan dewan syariah... Kabeer meminta Zaara untuk fokus saja menjadi istri.

Sampai disini dulu ya Gaesss... Apakah rencana Ruksaar untuk memisahkan Kabeer dan Zaara akan terhenti??? Apakah Zaara akan menyerah untuk memperjuangkan hak wanita modern?? tunggu episode selanjutnya yaaa,, Si Cerita akan terus update kisah cinta Kabeer dan Zaara.

Dapat disaksikan di Antv setiap hari Senin-Jumat Pukul 13.00 WIB

No comments

Terima Kasih atas kunjungan anda, tinggalkan komentar anda dan berikan kami masukan untuk kemajuan blog ini