Sinopsis Ishq Subhan Allah ANTV Episode 1


Bercerita tentang Kabeer (diperankan oleh Adnan Khan) dan Zaara (diperankan Eisha Singh), mereka sama-sama menganut agama Islam tetapi menafsirkan Qur’an secara berbeda. Dua karakter utama yang memiliki kepribadian sangat berbeda. Salah satunya adalah Zaara Siddiqui, seorang wanita muslim yang berpikiran terbuka yang berjuang untuk hak-hak manusia . Tokoh utama lainnya adalah   Kabeer Ahmad, yang merupakan mawlawi muda yang berorientasi pada budaya dan konservatif.  Mereka berdua telah menyelesaikan gelar Sarjana tentang ilmu agama Islam selama 5 tahun dan berniat kembali ke kota asal mereka yaitu Lucknow.

Dalam perjalanan menuju Lucknow Zaara tertarik membeli oleh-oleh untuk kedua orang tuanya sebelum menuju stasiun. Setelah selesai dengan oleh-olehnya Zaara dan Rima menuju stasiun, ditengah jalan mereka terjebak dalam situasi yang sangat sulit, akses transportasi umum ditutup karena ada kerusuhan terkait perdebatan undang-undang Taalaq 3, dan keretapun bergegas meninggalkan stasiun sebelum jalan ditutup. Kemudian Zaara naik truk bersembunyi dibalik barang dalam bak truk.  Truk terhenti karena ada demonstrasi besar, Zaara dan temannya (Rima Singh) berlari mengejar truk lain yang masih berjalan. Mereka berdua berhasil masuk truk lain dengan bantuan Kabeer tanpa sengaja tangan Zaara memeluk tubuh kabeer dan mata merekapun bertemu. Kabeer bertanya kepada mereka apakah mereka baik-baik saja dan mereka berterimakasih serta bercerita kepada Kabeer dengan apa yang terjadi pada mereka berdua. Wickli express adalah kereta tujuan lucknow yang sudah mereka bertiga pesan, Kabeer memberi tahu Zaara dan Rima bahwa kereta yang mereka pesan terjebak dalam stasiun sidawa sehingga mereka bisa mulai perjalanan ke lucknow dari stasiun sidawa.

Dikediaman orang tua Zaara sibuk persiapan perayaan Milad untuk mengenang Allah dan Rasulullah SAW. Hari ini Ibu Zaara mengundang semua wanita Lucknow untuk Milad agar semua orang tahu bahwa Zaara jauh lebih baik dari putri modern saat ini. Ibu Zaara sangat berharap dalam moment Milad ini akan ada keluarga baik yang menyukai putrinya.

Kabeer, Zaara dan Rima sudah sampai di Sidawa dan mereka bergegas mengejar kereta wickli Express, dengan tergesa-gesa Zaara lari dan terpeleset, untung saja ada Kabeer yang memegagang tangannya dan lagi-lagi mata mereka bertemu, dengan canggung Zaara melepaskan tangan Kabeer dan berterimakasih sudah menyelamatkan serta mengantar mereka sampai stasiun. Kemudian Kabeer mengatakan bahwa sebenarnya ini juga kereta yang dipesan Kabeer untuk ke Lucknow. 

Didalam kereta Zaara memakai kembali kerudung yang terbuka karena demonstrasi yang terjadi seraya memohon ampunan kepada Allah. Teman-teman Zaara dan Rima bertanya bagaimana mereka bisa ketinggalan kereta. Zaara bercerita kepada teman-temannya bahwa iya naik truk dan terjebak dalam kerusuhan jalan tol, tetapi ada hamba Allah yang menolong serta mengantar mereka hingga stasiun. Teman-temannya ramai ingin diperkenalkan dengan hamba Allah yang Zaara maksud kemudian Zaara memeperkenalkan Kabeer yang kebetulan satu gerbong dengannya.

Ada penjual minuman yang mengantar teh untuk Kabeer, ia mengatakan bahwa tidak memesan teh kemudian penjual tersebut mengatakan yang memesan teh adalah Zaara. Teman-teman Kabeer menggodanya dengan kata mutiara cinta. Zaara bingung dan cemas karena ia tidak merasa mengirim teh untuk Kaaber. Kemudian Rima meminta Zaara untuk bersikap tenang dan menjelaskan kepadanya bahwa yang mengirim teh adalah dirinya atas nama Zaara. Zaara panik dan memarahi Rima. Rima menjelaskan kepada Zaara bahwa ini semua adalah kehidupan tidak berhenti atau menunduk begitu saja, ia meminta Zaara untuk mendengarkan apa yang ia katakan. Laki-laki yang telah menolongnya bernama Kabeer ahmad, ia baru saja menyelesaikan pendidikan ustad muda yang baru saja menyelesaikan pendidikan Alighar selama 5 tahun dan akan kembali ke lucknow kemudian Zaara tersenyum.

Didalam kereta ada siaran TV terkait kerusuhan yang terjadi di India. Isi dari berita tersebut adalah pemerintah india menganggap taalaq langsung atau Taalaq 3 sebagai sebuah kejahatan, siapapun yang memberikan taalaq 3 akan dihukum penjara selama 3 tahun, mendengar berita tersebut Zaara tersenyum bahagia dan meminta penjual teh untuk membagikan teh gratis kepada semua pemuda dengan mengatas namakan semua para gadis karena berita tersebut merupakan sebuah kemenangan untuk kaum wanita. Disisi lain Kabeer sangat kecewa dengan keputusan yang diambil oleh pemerintah india dan bertanya kepada Zaara apa yang dimaksud kemenangan kaum wanita, apa sudah terjadi perang antara kaum pria dan wanita sehingga wanita mengklaim kemenangannya. Kemudian Zaara menjawab dengan tegas bahwa ini memang perang sejak berabad-abad dan kaum pria belum bisa menerimanya kalau Allah memang menciptakan kaum wanita dan laki-laki dengan posisi yang sejajar. Jika istri berusaha sejajar dengan suaminya ia memberikan taalaq 3 dan menguatkan posisinya. Kemudian Kabeer berdiri dan mengatakan kalau “taalaq tidak bisa membaagiakan kaum pria, saat terjadi taalaq rumah tangga akan hancur tidak hanya wanita, pria juga akan menerima resikonya” (teman-teman Kabeer mendukung penuh dan memuji pernyataan kabeer). Kemudian Zaara menanggapi “tetapi hanya rumahtangga wanita yang hancur dengan adanya taalaq 3. Kabeer melanjutkan argumennya “ia mengakui jika peraturan masyarakat lebih memihak kaum pria, mungkin saja ada yang kasar dengan istri tetapi itu adalah urusan mereka bukan urusan hukum, sejak 1400 taalaq sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat jadi tidak bisa diubah”. Zaara mengatakan bahwa hubungan tidak dapat dianggap sah jika tidak mendapat persetujuan oleh pihak perempuan, begitu juga sebaliknya hubungan tidak bisa diputus begitu saja oleh kaum pria sebelum mendapat persetujuan oleh wanita. Perdebatan sengitpun terjadi didalam kereta dan keduanya saling beradu argumen dengan pendukung masing-masing hingga kereta sampai di lucknow.

Ketika telah sampai di stasiun Zaara dan Rima bertemu kembali dengan Kabeer, mereka menghentikan langkah sejenak saling bertatap muka dan kembali melanjutkan langkah, kemudian Kabeer menghentikan langkah mereka dan mengatakan kepada Zaara bahwa pengetahuan Zaara tentang agama islam masih sangat kurang, kemudian Zaara bertanya kepada Kabeer mengapa merasa seperti itu? Kabeer mengatakan bahwa memang apa yang telah ia pelajari tentang taalaq 3 sudah  salah dan menyarankan Zaara untuk belajar lebih baik lagi. Perdebatan sengitpun kembali terjadi Zaara bertanya kepada Kabeer jika dalam rumah tangganya terjadi taalaq 3 apa yang akan ia lakukan kemudian Kabeer menjawab akan memilih taalaq 3 dan Zaara mengatakan bahwa ia kasihan kepada gadis yang akan menjadi istri Kabeer dimasa depan nanti kemudian semua terdiam dan bergegas meninggalkan stasiun.

Dikediaman Kabeer semua keluarga berkumpul dan menyiapkan makanan minuman untuk menyambut kedatangan Kabeer. Semua orang merasa bahagia. Bunga bertaburan ketika kabeer memasuki rumahnya dan semua orang tersenyum bahagia melihat kedatangan kabeer. Alina (Adik perempuan kabeer) tersenyum memanggil namanya dan berlari memeluknya, kemudian Kabeer menggoda adiknya mengatakan bahwa ia tidak mengenalnya. Alina berusaha keras menjelaskan bahwa ia adalah adiknya kemudian Kabeer mencubit kedua pipi Alina dan mengatakan bahwa Alina adalah nama boneka kecilnya yang sangat cantik dan yang didepannya adalah seorang gadis yang layak untuk menikah. Kemudian Alina marah dan Kabeer memeluknya seraya mengucapkan salam dan bertanya kabarnya. Setelah itu, ibu Kabeer memanggilnya dan membuka kedua tangannya untuk memberikan pelukan hangat kepada anaknya. Kakak ipar  Kabeer (Zima) tersenyum dan menuju ke arah kabeer sambil menjewernya seraya berkata bahwa sudah sekian lama kabeer akhirnya kembali apa yang ia bawakan untuk kakak iparnya? Kemudian Kabeer mengatakan bahwa ia membawa rahasia untuk mengendalikan kakanya, kakak iparnya terkejut dan akan memukul Kabeer. Kabeer mengatakan bahwa ia hanya bercanda dan semua orang dalam ruangan tertawa. Ayahnya datang dan memanggilnya dengan penuh bangga kemudian mereka saling berpelukan. Disamping itu kakak ipar Kabeer sibuk menelfon ruksar (Adik Zima) yang masih tidur. Ibu Kabeer menegur Zima untuk segera bersiap pergi memenuhi undangan dari imam kota untuk datang ke acara milad dan ibunya berharap agar ia dapat menemukan gadis baik untuk kabeer.

Disisi lain dengan wajah bahagia Zaara memasuki halaman rumahnya dan memanggil ibunya dalam kerumunan banyak orang yang sedang merayakan milad. Ibunya tersenyum bahagia dan terkejut setelah melihat baju bagian samping anknya robek dan tidak mengenakan kerudung saat memasuki rumah. Semua orang melihatnya dengan wajah kecewa dan semua orang membicarakan serta menertawakannya. Kemudian Zaara mengucapkan salam dan semua orang bergegas pergi meninggalkan ruangan tersebut tidak terkecuali dengan ibunya Kabeer. Zaara mengucapkan salam dan memeluk ibunya tapi ibunya menahan Zaara, kemudian mengatakan bahwa ibunya sangat kecewa, ia menyekolahkan Zaara 5 tahun untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan menjadi gadis terbaik dikota lucknowi, Zaara menjelaskan bahwa ia melepas hijabnya didepan pintu karena ia tidak tahu kalau ada acara dirumahnya tetapi tetap saja ibu Zaara marah dan merasa dipermalukan dihadapan semua orang kemudian ia membuang dan membakar hijab tersebut beserta semua baju Zaara dalam koper.

Zima menertawakan Zaara didalam mobil ketika menuju rumah dan ibu Kabeer menasihatinya bahwa menrtawakan orang yang sedang bersedih itu tidak baik. Zima tertawa karena tujuan dari keluarga imam kota mengundang semua orang telah berantakan karena anaknya sendiri, tetapi ibunya Kabeer berfikir positif dengan apa yang telah terjadi dirumah imam kota.

Zaara terus menangis didepan kobaran api pakaiannya. Kemudia ayah Zaara mencoba untuk menenangkannya.  Zaara menjelaskan apa yang terjadi dan ketika memasuki rumah ia ingin disambut dan dipeluk oleh orang tuanya. Ayahnya menjelaskan semua kekhawatiran yang dirasakan oleh ibunya dalam masa modern saat ini. Ia mengatakan bahwa ibumu pernah menjadi putri seseorang, dan sekarang kau menjadi putri ibumu dan sebaliknya nanti kau akan memiliki keturunan. Jika ibumu marah maka Allah juga kan marah. Kemudian Zaara mencoba untuk mencerna semua perkataan ayahnya.

Zaara menemui ibunya ketika ibunya sedang melaksakan sholat. Pada salam terakhir ibunya melihat kedatangan Zaara dan memalingkan muka serta meneteskan air mata kemudian Zaara ikut berdo’a disamping ibunya seraya memohon ampunan kepada Allah dan meminta maaf kepada ibunya, mereka berdua menangis dan saling berpelukan dan Zaara sudah dimaafkan oleh ibunya.

Matahari bersinar Kabeer melakukan sarapan pagi dilantai dan semua anggota keluarga dimeja makan. Kemudian ayah Kabeer bertanya tentang hal tersebut dan Kabeer mengatakan bahwa ia ingin menjalani hidupnya sesuai ilmu yang telah dipelajarinya. Kabeer menanyakan kabar berita yang ia dengarkan terkait taalaq 3 kepada ayahnya. Ayahnya menjelaskan bahwa yang takut mengambil keputusan adalah imam kota lucknowi (Irfan siddiqi). Tetapi untuk kasus ini ayahnya sudah memiliki solusi kemudian beliau mengajak Kabeer ke suatu tempat.

Rima datang kerumah Zaara dan marah-marah karena Zaara diam saja ketika semua bajunya dibakar oleh ibunya. Zaara memilih diam tidak bercerita panjang lebar terkait apa yang ia alami di jalan karena akan semakin banyak pertanyaan dibenak ibunya serta untuk menghindari kegelisahan ibunya.  Kemudian ayahnya datang menghampiri mereka berdua dan membenarkan apa yang dilakukan anaknya, tetapi ayahnya mengatakan bahwa seharusnya ia menghubungi ayahnya jika ada kesulitan. Zaara tersenyum dan memeluk ayahnya.

Ayah Kabeer membawa Kabeer ke masjid yang digunakan dan sholat id 5 tahun yang lalu sekaligus bernostalgia, kemudian Kabeer bertanya mengapa ia dibawa ketempat tersebut saat ini. Ayah Kabeer membawanya ketempat tersebut untuk menjelaskan mengapa organisasi syariah tidak bersuara saat anggota dewan mengesahkan undang-undang taalaq 3? Ayah Kabeer mengatakan bahwa orang yang duduk disini yang memimpin sholat id(imam kota lucknow ) adalah pria yang lemah, ia tidak bisa mengambil keputusan tegas bagi kebaikan kaumnya, jika ada orang lain di posisinya maka urusan taalaq 3 pasti akan smapai dijalanan. Alasan ayahnya Kabeer menjadikan Kabeer ustad adalah ia ingin menjadikan Kabeer pemimpin kaum pria, ingin menjdi imam utama dikota lucknow. Ayahnya bertanya apakah Kabeer akan mewujudkan semua keinginan ayahnya, memberikan kehormatan kepada ayahnya dan kedudukan yang ayahnya impikan sejak lama dan Kabeer mengiyakan semua keinginan ayahnya dan berjanji akan mewujudkan keinginan ayahnya (memakai peci putih).

Zaara dan Rima berbelanja pakaian ditoko, tanpa sengaja Kabeer melihatnya dan ingat dengan perkataan terakhir Zaara bahwa “ ia akan merasa kasihan dengan istri Kabeer dimasa mendatang” kemudian Kabeer bergegas pergi meninggalkan mereka.  Rima memaksa Zaara untuk mencoba pakaian tanpa lengan hanya untuk dilihat rima saja. Zaara tampak cantik mengenakan gaun tersebut. Ia menengok keluar pintu ganti baju memanggil Rima, Rima menyuruhnya keluar, ia tidak mau kemudian Rima menarik tangan Zaara dan mengatakan jika saja ia bukan anak imam kota Rima akan mengajaknya keliling kota lucknowi. Kemudian ada dua laki2 memotretnya lalu pergi. Ia sangat cemas dan menyuruh Rima mengejarnya. Rima keluar toko dan menemukan dua laki-laki yang memotret  Zaara, ia memarahinya dan meminta laki-laki tersebut untuk menghapus foto Zaara. Laki-laki itu mengatakan bahwa foto itu tidak boleh dihapus tapi dicium kemudian Zaara datang dan menampar laki-laki itu. Zaara marah dan laki-laki itu akan menampar balik Zaara. Kemudian Kabeer datang dan membantunya menghapus semua foto Zaara dalam ponsel laki-laki itu. Rima mengundang Kabeer untuk minum kopi sebagai tanda terimakasihnya, Kabeer menolaknya dan Zaara menjelaskan kepada Kabeer untuk tidak menolak undangan.

Mereka bertiga minum kopi dan Rima mengucapkan terimakasih atas bantuan yang kedua kalinya diberikan kepada mereka berdua. Kabeer mengatakan jika hal tersebut terjadi pada wanita lain ia akan melakukan hal yang sama.  Kabeer memberikan saran kepada Zaara untuk tidak memakai pakaian seperti yang ada di foto, Zaara bertanya pada Kabeer apa salahnya???  kemudian Kabeer menjelaskan bahwa pakaian yang ia kenakan itu itu tidak menutup seluruh tubuhnya. Zaara tidak sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Kabeer kemudian mereka berdebat kembali. Setelah mengungkapkan argumennya Zaara pergi meninggalkan meja dan Kabeer mengatakan bahwa Zaara adalah wanita keras kepala (langkah Zaara terhenti) jika ia keluar rumah menggunakan pakaian tertutup masalah tersebut tidak akan terjadi dan kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.

Ayah Kabeer terdiam diatas mobil memikirkan kasus taalaq 3. Mobilnya berhenti dijalan sembari menunggu seseorang yaitu pak Khalid (anggota dewan syariah).  Ayah Kabeer menyuruh pak khalid untuk menghadiri undangan dewan syariah sebagai anggota organisasi syariah, beliau memaksa pak khalid untuk mengatakan apa yang dikatakan oleh ayah Kabeer yaitu wakil ketua Shabass ali ingin mengundurkan diri.

 Zaara bergumam terkait Kabeer yang menganggapnya keras kepala sembari menaiki motor merah yang dikemudi oleh Rima. Kemudian Rima menurunkan Zaara dan mengatakan bahwa ia bukan Kabeer ahmad jadi jangan marah-marah diatas motor. Daripada marah-marah Rima menyarankan agar Zaara saja yang mengemudi kemudian Zaara mengiyakan saran dari Rima.

Sesampainya dirumah ayah Kabeer marah ketika melihat semua perempuan sedang bersantai dan kabeer memasak didapur. Ayah Kabeer memarahi ibunya karena hal tersebut bisa aterjadi dirumahnya, semua orang terdiam. Kemudian ayah kabeer menyuruh kabeer untuk berganti pakaian dan berangkat ke pertemuan dewan syariah.

Zaara meminta izin kepada ayahnya untuk mengikuti pertemuan dewan syariah tetapi ibu dan ayahnya melarang. Zaara bersikeras untuk berangkat tetapi ibunya tetap melarangnya dan memberikan pengertian.

Kabeer dan ayahnya berserta undangan telah sampai pada pertemuan dewan syariah. Dalam pertemuan tersebut ayah kabeer (Shabas Ali Ahmad) mengajukan permohonan agar Kabeer ahmad menggantikan beliau menjadi anggota dewan dan menjadi wakil ketua. Berdasarkan musyawarah mufakat semua orang menyetujuinya dan imam kota meminta tolong untuk memanggil kabeer masuk dalam ruangan. Kemudian Kabeer dipanggil ayahnya dan memasuki ruangan seraya mengucapkan salam. Iya terlihat sangat tampan dan cocok. Ia disambut dengan hangat oleh semua anggota dewan yang lain kemudian melakukan sumpah sebagai anggota baru. Ayah Kabeer membuka pembicaraan terkait kasus taalaq 3 yang sudah dianggap selesai sejak beberapa hari yang lalu. Kemudian imam kota menampiknya karena kasus tersebut sudah dianggap selesai dan posisi Shabas sudah digantikan oleh Kabeer sehingga ia sudah tidak memiliki hak bicara lagi. Imam kota meminta Shabas untuk meninggalkan ruang pertemuan. Semua orang tercengang dan Shabas merasa sangat kecewa. Kabeer meminta izin kepada imam kota untuk menemui ayahnya diluar. Sampai diluar Shabas menyuruh Kabeer masuk kembali dalam ruangan karena beliau sudah bersusah payah untuk memasukkan Kabeer dalam posisi yang saat ini.

Khalid menemui Shabas dan mengutarakan apa yang terjadi ketika Shabas meninggalkan ruangan. Ia mengatakan bahwa semua anggota dewan bersedih dan ingin mengundurkan diri juga namun Kabeer menahannya. Imam kota terpesona dengan kewibawaan, cara bicara dan ilmu yang dimiliki oleh Kabeer. Shabas meminta khalid untuk mencari kelemahan imam kota untuk balas dendam.

Imam kota berdiskusi dengan istrinya terkait apa yang terjadi pada pertemuan dewan syariah. Beliau mengatakan bahwa ada dewan yang menganggap dirinya tidak mengerti apapun tetapi ia merasa putranya sangat pengertian berbeda jauh dengan ayahnya. Zaara mendengarnya dan menanyakan bagaimana kelanjutan kehidupannya nanti. Ibunya memberikan pengertian bahwa perempuan dari keluarga terhormat harus bisa mengurus rumah, memasak enak dan menjahit. ia mengutarakan pendapatnya jika semua perempuan harus bisa seperti itu mengapa ibunya mengirim zaara untuk belajar mendapatkan ilmu yang tinggi??? Kemudian ayah Zaara angkat bicara ilmu yang didapatkan Zaara tida akan sia-sia ada sekolahan milik anggota dewan yang sedang membutuhkan guru jadi ayahnya meminta Zaara untuk melamar. Zaara sangat senang mendengar perkataan ayahnya. Namun ayahnya berpesan bahwa Zaara harus berusaha sendiri. Karena hal tersebut merupakn kewenangan wakil ketua.

Kabeer bertanya kepada Alina tentang keberadaan ayahnya. Alina diam saja dan memberikan tulisan pada HP yang bertuliskan bahwa ia puasa bicara. Kemudian Kabeer bertanya mengapa puasa bicara adiknya tetap diam dan ia terus mengganggu adiknya hingga ia mengucapkan kata. Kring kring kring suara hp Kabeer berbunyi ketika diangkat adalah telfon dari imam kota. Ia mengatakan bahwa ada pelamar guru dan meminta Kabeer sebagai anggota dewan untuk mewancarainya dan memberikan penilaian kepadanya.  Alina bertanya kepada Kabeer tentang siapa yang menelfonnya Kabeer mengatakan bukan siapa-siapa dan menanyakan dimana ayahnya, akhirnya  alina memberitahunya. Kabeer menemui ayahnya di lantai atas ayahnya menyambut Kabeer. Kabeer memberitahu ayahnya bahwa iya telah ditelfon oleh imam kota untuk mewancarai pelamar guru. Ayahnya memrintahkan untuk melakukan wawancara tetapi harus menolak siapa saja pelamarnya meskipun memiliki kualitas bagus. Kabeer mulai berfikiran aneh tentang ayahnya dan dengan tegas Kabeer menolak permintaan buruk ayahnya karena bertentangan dengan nilai-nilai islam dan mencoba memberikan penjelasan kepada ayahnya bahwa apa yang diminta ayahnya itu adalah sesuatu yang salah kemudian ia bergegas pergi meninggalkan ayahnya. Saat itu pula ayah Kabeer merasa sangat yakin bahwa tidak hanya pantas menjadi imam kota tapi juga pantas menjadi imam negeri.

Zaara latihan wawancara dengan Rima. Rima menertawakan jawaban wawncara dari Zaara. Kemudian Zaara pergi mengambil jaket dan peci milik ayahnya dan mengenakannya pada Rima agar suasana nya seperti wawancara sungguhan. Rima mengikuti kemauan zaara dan hasilnya luarbiasa latihan wawancara berakhir dengan bagus. Ayah Zaara mengintip dari pintu dan tersenyum bangga melihat anaknya. Ia berkata dalam hati bahwa wakil ketua akan kalah.

Kabeer berpamitan kepada anggota keluarganya untuk berangkat ke sekolah namun Imran (Teman kabeer) tiba-tiba datang akhirnya kabeer menyuruh imran untuk masuk dan menunggunya. Begitu juga dengan Zaara bersiap untuk berangkat wawancara. Sesampainya ditempat wawancara Kabeer dan zaara saling bertatapan karena mereka berdua kaget. Kabeer menyuruh Zaara untuk duduk dan mulai melakukan wawancara namun sebelum wawncara dimualai mereka bertengkar karena kejadian-kejadian sebelumnya. Kemudian zaara keluardari ruangan dan kabeer mengejarnya dan menyuruhnya untuk berhenti. Zaara tahu sekarang bahwa Kabeer adalah wakil ketua dewan syariah yang baru. Mereka kembali beradu argumen. Intinya Kabeer tidak akan menerima Zaara karena dari segi pemikiran mereka berdua tidak penah satu pemikiran. Setelah pertengkaran selesai Zaara pergi meninggalkan sekolah tersebut.

Imran menunjukkan sesuatu kepada adik, ibu dan kakak ipar Kabeer yaitu FD berisi video Kabeer beradu pendapat dikereta dengan Zaara. Ayah Kabeer datang dan ikut menonton video tersebut. Ayah kabeer bertanya kepada semua orang yang menonton video tentang siapa perempuan yang beradu argumen dengan anaknya. Zima menjawab bahwa perempuan tersebut ialah anak imam kota. Ayah Kabeer langsung terkejut dan beliau merasa sudah menemukan kelemahan imam kota.

Shabas menemui khalid dan memerintahkan khalid untuk menemukan kasus talaaq 3 jika tidak menemukan buatlah kasus tersebut. Zaara pulang pada saat ayahnya telah selesai melakukan ibadah. Kemudian  ayahnya mengatakan bahwa dari raut Zaara menandakan bahwa wawancara tidak berjalan lancar. Zaara mengatakan bahwa ayahnya telah menaruh orang yang salah untuk posisi wakil ketua. Ayahnya menjelaskan bahwa iya tidak pernah menaruh orang pada posisi tertentu sebelum mengenalinya. Ia menganggap Kabeer adalah orang yang baik, berpendidikan tinggi. Sedangkan Zaara berfikiran bahwa Kabeer adalah orang yang tradiisonal, orang yang kaku. Kemudian Zaara menceritakan apa yang terjadi ditempat wawancara bahwa tidak terjadi wawancara karena ia menolaknya.

Kasus yang diminta Shabas dibahas dirumah imam kota, pasangan suami istri yang melakukan taalaq dan semua anggota dewan hadir termasuk Kabeer. Kabeer pun bertemu dengan Zaara. Imam kota membuka rapat dan mempersilahkan Kabeer untuk membahas masalah tersebut karena ia merupakan anggota termuda dan masih memiliki ilmu yang segar. Kabeer menanyai pasangan tersebut apakah suami sudah mengucapkan taalaq 3x kepada istri. Kabeer mengatakan jika memang sudah ada taalaq 3 diantara pasutri secara langsung mereka sudah berpisah. Semua  anggota dewan setuju dengan pernyataan tersebut. Sebelum disahkan ayah kabeer datang membawa laptop berisi video perdebatan anknya dan Zaara. Ayahnya merasa malu dan menemui zaara dikamarnaya.

Zaara sedang menulis pesan kepada Rima bahwa ustad Kabeer datang kerumahnya tapi ayahnya merebut ponselnya, menanyakan apa yang ia tonton, meminta Zaara memakai hijab, keluar menemui anggota dewan dan mengklarifikasi terkait apa yang ia bicarakan. Ayahnya memberikan dua pilihan menganggap apa yang ia katakan dikereta adalah hanya untuk perdebatan atau ia menyetujui taalaq 3. Zaara turun ke bawah dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan anggota dewan. Ia mengatakan apa yang terjadi sebenarnya bahwa apa yang dikatakan dikereta adalah pemikiran dari dirinya sendiri. Kemudian ayah zaara menyuruhnya pergi meninggalkan rapat.  Shabas telah mempermalukan imam kota kepada putrinya melalui media. Tetapi Kabeer menaganinya dengan baik dan mengatakan bahwa video yang beredar adalah video palsu yang telah diedit. Ayah Zaara sangat kecewa kepada Zaara. Beliau sama sekali tidak ingin mendengar apa yang Zaara katakan.

Kaabir melaksanakan sholat dan ruksar tiba-tiba datang dan menyentuh tangan Kabeer. Kabeer mencuci tangan setelah disentuh oleh ruksar, ia menanyakan hal tersebut dan Kabeer menjelaskan karena mereka memang bukan muhrim. Ruksar mencoba merayu Kabeer dan kabeer mengatakan yang berhak menentukan siapa yang berhak menjadi muhrimku adalah ayah.  Ruksar kecewa dan Zima mencoba menghiburnya. Kabeer menemui ayahnya yang tengah kecewa dengan sikap Kabeer saat rapat. Kabeer menjelaskan bahwa ia tidak membela zaara melainkan membela kehormatan dewan syariah. Ayahnya tetap marah karena apa yang diharapkan dai kabeer tidak sesuai dengan keinginannya.

Seusai sholat ayah Zaara menemui Zaara dikamarnya. Dan mengajaknya duduk untuk berbicara. Zaara meminta maaf kepada ayahnya. Ibunya memberitahunya bahwa ayah Zaara akan mengundurkan diri dari dewan. Zaara mengatakan jika ayahnya mengundurkan diri ia akan membuat konferensi pers dan mengundang media terkait taalaq 3.

Ruksaar masuk kamar kabeer dengan membawakan teh, kue dan koran. Ia terpesona melihat tubuh Kabeer dan ia berusaha merayunya. Tapi Kabeer sama sekali tidak tertarik dengannya sembari berbincang-bincang Kabeer melihat koran yang berisi berita tentang Zaara yang melawan ayahnya terkait kasus taalaq 3.

Zaara terkejut ketika mengetahui berita tersebut. Ibunya menganggap Zaara sudah mencoreng nama baik keluarga. Sekian untuk episode pertamanya ya..... Apa yang akan terjadi selanjutnya..??? apa yang akan dilakukan zaara sebagai wanita modern menghadapi masalah ini?? Tunggu episode selanjutnya ya...

Dapat disaksikan di Antv setiap hari Senin-Jumat Pukul 13.00 WIB

No comments

Terima Kasih atas kunjungan anda, tinggalkan komentar anda dan berikan kami masukan untuk kemajuan blog ini