SINOPSIS ISHQ MEIN MARJAWAN EPISODE 12

Sebelum membaca ini, ada baiknya jika membaca Episode 11 terlebih dahulu yaa...

AArohi datang kerumah Deep, kemudian ia meminta maaf pada Deep terhadap apa yang ia lakukan dengan memasang kamera. Aarohi dan Riddi ingin menyelidiki orang ketiga yang terlibat pada kasus, sehingga ia tidak memberitahukan pada Deep jika ia memasang kamera baru. Pada saat Deep akan terjatuh Aarohi melihat tanda lahir pada kaki Deep sama dengan tanda lahir kaki pada video orang ketiga. Aarohi akan menyelidikinya lebih lanjut, kemudian Aarohi dan Deep tidur berdua. 

Deep meninggalkan Aarohi dikamar dan menemui Taara yang datang kerumah, Taara meminta Deep untuk membuat permainan baru yaitu membunuh Aarohi dan memberikan surat terakhir tentang kematiannya. Deep tidak menyetujuinya, Taara terlalu emosi dan segera pergi kekamar Aarohi untuk membunuhnya. Aarohi menyelimuti Guling dan pergi keruang tengah untuk memasang kamera. Saat itu Aarohi (bersembunyi) melihat Taara dan marah-marah bergegas kekamar Aarohi untuk membunuhnya. ia mengetahui bahwa dikamar tidak ada Aarohi, ia keluar dan bertemu dengan Deep. Deep berusaha menjelaskan segalanya dan menenangkan Taara agar tidak gegabah. setelah melihat semua yang terjadi Aarohi bergegas masuk dalam kamar karena Taara dan Deep akan memriksa kamarnya. 

Aarohi menangis sepanjang malam pdan pagi hari ia terbangun karena Niku membangunkannya. Setelah Niku bermain Aarohi mengantarnya pulang, kemudian ia menceritakan segalanya pada Riddi. Deep, Taara dan Ritvi sudah mengetahui bahwa Aarohi telah mengetahui semuanya dan mereka berencana untuk melakukan sesuatu. Riddi terkejut dan menguatkan Aarohi untuk terus berjuang melewan mereka, menegakkan keadilan untuk kakaknya. Riddi juga memintanya untuk waspada dalam memperjuangkan semua itu, jangan semuanya menyadari bahwa Aarohi telah mengetahui semuanya.

Aarohi kembali kerumah dan mengatakan bahwa ia akan istirahat karena kepalanya pusing, Deep kembali memberikannya ia obat agar segera sembuh dari pusing kepalanya. Aarohi tidak menelannya setelah Deep keluar dari kamar ia membuang obat yang diberikan oleh Deep, kemudian Aarohi pergi untuk mengambil kamera yang ia sembunyikan. Deep mengetahuinya dan mencoba untuk mengorek apa saja yang ia lihat semalam??? tetapi Aarohi tetap bungkam bahkan ia melakukan kesalahan saat Deep menyebut nama Taara, Aarohi tetap diam. Aarohi menceritakan segalanya pada Riddi dan ia meminta Riddi membawa Niku pergi dari rumah karena ia akan mengambil memori terlebih dahulu dan menyusulnya. 

Tara, Ritvi dan Deep membuka selurh kamera dan didalmnya tidak ada satupun memori, Aarohi datang kerumah Deep, Deep berpura-pura mengajak Aarohi untuk pergi. tetapi ia sudah sangat muak dengan apa yang dilakukan Deep, kemudian AArohi menamparnya dan Taara serta Ritvi keluar dari persembunyian. Mereka bertiga menunjukkan karakter sebenarnya mereka dan meminta Aarohi untuk segera memberikan bukti-buktinya. Aarohi menangis merasa sangat ketakutan, semua mengunci AArohi dalam kotak. kemudian ia mengancam Aarohi untuk mengtakan dimana ia menyimpan bukti, jika tidak mereka akan menyakiti Rididi dan NIku.

Ritvi datang kerumah Riddi untuk membawa Niku dan Riddi tetapi rumahnya terkunci. Taara mencoba menakut-nakuti Aarohi agar mengatakan semuanya, tetapi Aarohi tidak mengatakan semuanya. Aarohi berhasil keluar dari peti dan melihat kakaknya beserta polisi, ketika ia akan berteriak, Ritvi membungkamnya hingga pingsan, ketika ia sadar ia bergegas untuk meninggalkan rumah tersebut. Aarohi pergi kerumah kakaknya, disana Deep telah membawa pisau untuk menakut-nakuti mereka. 

No comments

Terima Kasih atas kunjungan anda, tinggalkan komentar anda dan berikan kami masukan untuk kemajuan blog ini