SINOPSIS ISHQ MEIN MARJAWAN EPISODE 14

Sebelum membaca ini, ada baiknya jika membaca Episode 13 terlebih dahulu yaa...

Episode kali ini diawali dengan Laksha yang membawa Aarohi ke kantor polisi. Taara membuka kartu memori yang ia rebut dari Aarohi. Kartu memori yang ia rebut kosong tidak ada isinya, Taara meminta Deep untuk mengejarnya. Ditengah jalan, mobil polisi yang digunakan untuk membawa Aarohi terhadang oleh pohon tumbang, semua anggota polisi turun dan Aarohi kabur dari mobil. Ia pergi kerumah kakaknya agar mereka tidak khawatir. Kakak iparnya menangis melihat kondisi Aarohi dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Aarohi menjelaskan segalanya pada Ridi, tetapi tiba-tiba Ritvi masuk dengan membawa pistol. Aarohi dan kakaknya sangat ketakutan, tetapi mereka berhasil kabur.

Aarohi masuk kedalam mobil yang dikendarai oleh Sunanda (seorang pekerja sosial), ia membawa Aarohi kerumahnya dan Aarohi menceritakan segalanya. Ibu Sunanda memanggil pengacara terkenal di Simla, Aarohi menjelaskan segalanya dan pengacara meminta bukti yang bisa digunakan untuk membela Aarohi. Aarohi masih memiliki satu bukti yaitu kartu memori. Sunanda mengantarnya untuk mengambil barang bukti tersebut. Ritvi menembak Sunanda, ia datang bersama Deep untuk mengambil kartu memori. arohi tidak berdaya dan Deep mengahncurkan kartu memorinya. Kepala Aarohi terbentur batu dan polisi kembali meahannya. Ia dijatuhi hukuman selama 15 Tahun penjara. Deep mengejeknya dan memberikan kitab suci pada Aarohi. 

Aarohi meminta Inspektur Laksha untuk mencari Riddi dan Niku serta membantu mereka dalam kesulitan. Laksha berjanji pada Aarohi akan selalu membantunya. Aarohi dipaksa oleh polisi perempuan untuk melepas bajunya dan berganti pakaian menggunakan baju tahanan, selain itu ia juga diminta umtuk melepas semua perhiasan yang dipakainya. Kemudian ia dimasukkan dalam sel. Dalam tahanan ia disiksa dan dihina oleh penghuni penjara lainnya sampai menangis ketakutan. Aarohi dipake taruhan oleh Moushi. Taara dan Deep menjalani kehidupan mewahnya berdua. Malam hari Aarohi menangis meratapi nasibnya sembari mengingat masalalunya bersama Deep. 

Aarohi disiksa sepanjang hari oleh penghuni tahanan hingga 6 bulan. Aarohi mengirim surat Inspektur meminta agar ia dijenguk, kemudian ia meminta pengajuan banding terkait kasusnya. tetapi tidak ada balasan apapun. Tahanan yang lain selalu mengganggu AArohi tanpa sebab. Deep menemui Aarohi dalam penjara dan mengancam Aarohi jika mengirim surat untuk banding tentang kasusnya, ia kan membunuh Riddi dan Niku. Aarohi mengatakan bahwa saat ini sudah tidak percaya dengan semua perkataan Deep, kelak ia akan membalas semua perbuatannya. Dipenjara ia telah mempelajari kitas suci yang diberikan oleh Deep. Aarohi melarikan diri dari penjara dengan masuk dalam bak sampah. tetapi usahanya sia-sia. Polisi mengetahuinya dan ia kembali dimasukkan dalam penjara. 


No comments

Terima Kasih atas kunjungan anda, tinggalkan komentar anda dan berikan kami masukan untuk kemajuan blog ini