Sinopsis Ishq Subhan Allah ANTV Episode 34

Sebelum Membaca ini ada baiknya baca dulu Review untuk Episode 33 ya...

Setelah berbagai cara dilakukan oleh Zaara dan Kabeer untuk membuat Rukhsar sadar akhirnya membuahkan hasil, Zeenat sangat bahagia melihat perkembangan Rukhsar. Dokter mengatakan bahwa Rukhsar akan segera sadar tetapi sebelumnya ia akan melalui tidur panjang terlebih dahulu setelah itu ia akan sadar. Dokter menyuruh semua orang untuk pulang saja kerumah merayakan kebahagiaan ini, jika ada apa-apa dokter akan menghubungi keluarga. Zeenat, Kabeer dan Zaara pulang memberikan kabar gembira pada seluruh keluarga semua sangat berbahagia termasuk Zaara dan Kabeer. Ayesha mengatakan pada Kabeer dan Zaara bahwa dirinya akan segera bebas dari semua masalah, setelah Rukhsar kembali Kabeer akan menceraikan Rukhsar. Mendengar hal tersebut Zeenat sangat marah dan ia tidak akan membiarkan Rukhsar dan Kabeer berpisah.

Rima bahagia mengumumkan hari dilwali dirumah Kabeer, ia mengundang seluruh keluarga Kabeer untuk hadir dalam pesta dilwali dirumahnya. Zaara berniat membuat kejutan untuk Rima, ia membicarakan rencananya pada Kabeer dan meminta bantuannya. Kabeer mengatakan bahwa ia teguh pada prinsipnya, ia tidak menyangka bahwa Zaara tidap tahun menghadiri pesta dilwali (hari raya orang hindu). Sesuai rencana yang disusun oleh Zaara, Kabeer mengajak Rima untuk berbelanja sedangkan Zaara dan Imran menyusun rencana mendatangkan orang tua Rima ke Lucknow pada pesta Dilwali dan mempersiapkan segala sesuatunya sebagai Surprise untuk Rima. 

Saata waktu pesta tiba, Zaara mengajak Kabeer untuk segera berangkat kerumah Rima tetapi ia tidak mau. Kabeer mengatakan bahwa sejak kecil ia tidak pernah menghadiri pesta Dilwali. Zaara menceritakan kisah masa kecilnya waktu pertama kali menghadiri pesta Dilwali, tetapi tetap saja Kabeer tidak ingin berangkat. Rima menunggu sepanjang waktu kedatangan Kabeer dan Zaara karena orang tua Rima ingin tau siapa saja orang-orang yang membantu dan menyayangi anaknya di Lucknow. Ia menelfon Kabeer dan Zaara tetapi sama sekali tidak ada jawaban, ia sangat khawtir takut jika terjadi apa-apa dengan Zaraa dan Kabeer, ia meminta Imran untuk segera pergi kerumah Kabeer melihat apa yang sebenarnya terjadi disana. 

Zaara dan Kabeer masih tetap bertengkar, Kabeer mengizinkan Zaara untuk pergi tetapi ia tidak bisa ikut dengannya. Zaara mencoba menjelaskan pada Kabeer agar Kabeer mengerti bgaimana perasaan Rima nanti, tetapi Kabeer tetap teguh pada prinsipnya dan tidak ingin berangkat kerumah Rima. Zaara mengatakan bahwa Kabeer tidka berangkat ia juga tidak akan berangkat. Zaara sangat kecera dengan apa yang dilakukan oleh Kabeer, ia tidak menyangka jika Kabeer sangat keras kepala. Alina masuk kamar dan mengajak Zaara untuk segera berangkat, kemudian ia terkejut melihat kakaknya yang sedang bertengkar dengan kakak iparnya. Kabeer menjelaskan pada Alina pertengkaran dalam rumah tangga adalah hal yang lumrah dan ia pasti juga akan merasakannya nanti, Kabeer juga mengatakan bahwa ia tidak melarang Zaara dan Alina untuk berangkat.

Malam berakhir dan pagipun tiba Zaara sedang mempersiapkan sarapan di meja makan, ia bertanya pada Kabeer alasan mengapa ia akan makan diatas meja, Kabeer menjawab bahwa ia akan menghibur seseorang yang sedang marah kepadanya. Shabas mengatakan bahwa apa yang dilakukan Kabeer semalam adalah sesuatu yang salah, ia juga islam meskipun dikeluarganya ia tidak pernah merayakan Dilwali tetapi Shabas sering datang ke pesta temannya untuk merayakan dilwali, Kabeer menanggapi bahwa ayahnya memang sering mengikuti pesta dilwali tetapi dirinya tidak pernah, coba saja jika dari kecil ia pernah menghadiri pesta dilwali maka ia tidak akan seperti sekarang dan semua itu didengarkan oleh Rima. Rima marah-marah dan meminta Kabeer untuk mengungkapkan Alasannya, ia meminta Rima untuk duduk dan menjelaskan smuanya, tetapi Rima tetap marah dan menangis.

No comments

Terima Kasih atas kunjungan anda, tinggalkan komentar anda dan berikan kami masukan untuk kemajuan blog ini