Sinopsis Ishq Subhan Allah ANTV Episode 20

Sebelum Membaca ini ada baiknya baca dulu Review untuk Episode 19 ya...



Episode kali ini diawali dengan Zaara yang datang kerumah ibunya, ia meminta penjelasan pada ibunya apa saja tugas seorang istri. Zaara menambahi apa yang dikatakan oleh ibunya, ia menjelaskan pada ibunya bahwa rumah tangga saat ini tidak seperti dahulu. ia bergegas pergi kerumah Abida karena mendapatkan telfon dari Abida. Ia meminta izin pada Kabeer tetapi Kabeer tidak mengizinkannya dan tetap pergi kerumah Abida. Kabeer ditelfon oleh Miraj untuk memperingatkan istrinya. selain itu, Miraj juga meminta Nilover untuk mengatur pertemuan Kabeer dan Zaara agar mereka bertengkar dan Kabeer mengucapkan Taalaq 2 pada Zaara.

Wasim memaksa Abida untuk menikah dengan laki-laki lain, Zaara kerumah dan melihat undangannya. Kabeer datang dan menyuruh Zaraa untuk pulang, ia kan membereskan segalannya. Zaara akan menuruti perkataan Kabeer jika ia berjanji tidak akan membiarkan Abida menikah. Kabeer berjanji dan segera bergegas menuju pernikahan Abida, tetapi disana Abida telah menikah dan Kabeer telah terlambat. Zaara menelfon Kabeer dan menannyakan apa yang terjadi??? Kabeer mengatakan bahwa Abida telah menikah, Zaara sangat kecewa dan menyalahkan Kabeer dan menganggap Kabeer telah gagal. Zaara mengunjungi Abida dan memintanya untuk datang ke dewan syariah dan mengungkapkan segalanya.

Shabas memberikan selamat pada Kabeer karena telah memenangkan kasus Nikah halala dan meminta Kabeer untuk menghentikan apa yang dilakukan oleh Zaara. Salma menasehati Zaara untuk selalu mendukung Kabeer dan menuruti Kabeer, tetapi Zaara tidak bersedia, ia akan selalu memihak yang benar. Ayesha meminta Zaara untuk memberikan makanan pada Kabeer karena ia datang dengan perasaan sangat marah. Zaara merayunya dan mereka makan malam romantis berdua dan slaing menyuapi. 

Miraj sangat marah karena Hubungan Zaara dan Kabeer tak tergoyahkan sedikitpun dengan rencana yang dibuat olehnya, tetapi meskipun seperti itu Miraj tidak akan berhenti melakukan sesuatu untuk memisahkan mereka. Kabeer marah besar dengan Zaara karena ia membuka kembali kasus Abida dan Wasim. Zaara memberikan penjelasan pada semua orang dirumah, Kabeer meminta Zaara untuk memikirkan baik-baik2 ia akan menarik kasus atau tidak???? Zaara mengatakan bahwa dirinya terikat oleh prinsip dan akan membuktikan bahwa apa yang dikatakannya adalah benar, ia segera bergegas pergi.

Wasim datang ke Dewan syariah untuk memberikan pernyataan, Kabeer bertanya pada Wasim, apakah ia memaksakan semua pada abida?? Wasim mengatakan bahwa ia tidak memaksa. Zaara mendatangkan Abida dalam sidang dan ia memberikan kesaksiannya, ia mengatakan bahwa ia tidak pernah dipaksa. Zaara meminta Abida untuk berterus terang tetapi abida tidak mengatakannya. Zaara menjadi perhatian diseluruh kota Lucknow karena gagal dalam kasus yang telah ditutup dan ia buka kembali. Seluruh media meliputnya, baik keluarga dari Zaara maupun keluarga dari Kabeer semua melihat tayangan berita di Televisi. Mereka menganggap bahwa gara-gara Zaara keluarga mereka berdua telah dipertontonkan didepan umum. Bahkan media juga ada yang mengatakan bahwa Kabeer tidak menjadi Imam untuk istrinya bagaimana bisa untuk menjadi Calon Imam Kota Lucknow??

Kabeer meminta Zaara untuk tidak mengulangi hal yang terjadi saat ini, semua keluarga telah cukup malu dengan apa yang dilakukan Zaara. tetapi Zaara tetap bersikukuh akan memperjuangkan keadilan para kaumnya. Pagi hari Kabeer meminta Zaara untuk emngundurkan diri dari dewan syariah, ia harus mengundurkan diri dengan batas hingga pukul 4 sore. Zaara bersedia mengundurkan tetapi ia akan membuka kembali kasus Abida. Zaara mendapatkan telfon dari Nilover yang sedang terluka karena Miraj. Zaara bergegas menemui Nilover, disana Nilover mengatakan kebenarannya dan mmeinta Zaara untuk mengumpulkan bukti. Zaara menjebak Wasim dan Kasim dan merekam pertemuan mereka berdua. Mereka mengetahuinya dan Zaara bergegas segera meninggalkan tempat tersebut menuju dewan syariah. Pada pertemuan dewan syariah Zaara mengungkapkan segalanya, Abidapun juga tampak hadir untuk memberikan kesaksian. semua anggota dewan sepakat dengan Zaara kecuali Kabeer, dan Zaara berhasil memenangkan kasus tersebut. 

No comments

Terima Kasih atas kunjungan anda, tinggalkan komentar anda dan berikan kami masukan untuk kemajuan blog ini