Sinopsis Ishq Subhan Allah ANTV Episode 22

Sebelum Membaca ini ada baiknya baca dulu Review untuk Episode 21 ya...


Zaara mengejar Miraj yang menyamar sebagai Zafar. Mengetahui hal tersebut Kabeer bergegas untuk menolong Zaara. Miraj membuka burka yang ia kenakan, dan mengetahui bahwa Kabeer telah menjemput Zaara. Miraj sangat marah dan membiarkan kali ini mereka lolos.

Kabeer menjelaskan pada Zaara bahwa sesworang yang ia kejar itu bukan Zafar tetapi orang lain yang akan menjebak dirinya. Zaara sangat berterimakasih pada Labeer dan menganalisa semua yang mereka lakukan. Kabeer mencurigai sesworang dalam Timnya maupun tim Zaara sedang berkonspirasi untuk melawan rencananya. Kabeer menceritakan segalanya pada Imran dan Rima terkait hal tersebut dan mereka mencoba untuk menyelidikinya.

Kabar bebasnya Zaara telah diketahui oleh Imam Hazmi. Kemudian ia menelfon Shabas dan mengatakan bahwa Kabeer telah bersekongkol mengumpulkan bukti untuk membebaskan Zaara. Shabas sangat marah mendengar hal tersebut karena ia dianggap tidak konsisten dengan perkataannya. Kabeer pulang kerumah dan Shabas memarahinya.

Miraj datang kerumah Imam Hazmi untuk merencanakan sesuatu yang baru untuk menjebak Zaara. Miraj memiliki rencana baru untuk menculik Zaara. Ia menculik Zaara dan memasukkannya pada mobil yang diberi bom. Kemudian Miraj menelfon Kabeer dan memintanya datang ke suatu tempat dimana Zaara disembunyikan untuk melihat kematian Zaara.

Setelah mendapat telfon, Kabeer bergegas menuju Alamat yang diinfokan. Sepanjang jalan Zaara menangis dan meminta Kabeer untuk segera datang. kemudian Zaara merasa waktunya sudah tidak cukup, ia memberikan salam perpisahan pada Kabeer dan memberikan Nasehat-nasehat untuk Kabeer.

Kabeer mencoba menenangkan Zaara dan mengatakan bahwa ia pasti datamg menjemput Zaara. Sesampainya Kabeer ditempat, ia melihat ledakan bom dari dalam mobil, ia menangis dan berteriak Zaara .... zaara..... ia ingin menolongnya tetapi banyak orang mencegahnya karena hal tersebut sangat membahayakan dirinya.

Kabeer pulang dengan keadaan yang tidak patut dilihat. Ia terlihat sangat lusuh, Ayesha menangis karena sebelumnya ia telah mendapatkan kabar dari Kabeer bahwa Zaara telah meninggal. Ayesha bertanya pada Kabeer tentang apa yang terjadi. Ia bertanya pada Imran. Tetapi mereka tidak menjawab sepatah katapun, Ayesha terus saja menangis dan Kabeer dengan diam memasuki kamarnya.

Shabas meneriaki Kabeer agar ia keluar dari kamar. kemudian Kabeer keluar menggunakan baju berwarna hitam. ia ingin meminta jenazah Zaara. tetapi Shabas melarang dan menjelaskannya bahwa 'saat ini biar orang tua Zaara saja yang melakukan upacara. 

No comments

Terima Kasih atas kunjungan anda, tinggalkan komentar anda dan berikan kami masukan untuk kemajuan blog ini